Text
KKN Di Desa Penari
“Saat motor melaju kencang menembus hutan, Widya mendengar tabuhan gamelan. Suaranya mendayu-dayu dan terasa semakin dekat. Tiba-tiba Widya melihat sesosok manusia tengah menelungkup seakan memasang pose menari. Ia berlenggak-lenggok mengikuti irama musik gamelan yang ditabuh cepat.
Siapa yang menari di malam gulita seperti ini?
Tiga puluh menit berlalu, dan atap rumah terlihat samar-samar dengan cahaya yang meski temaram bisa dilihat jelas oleh mata.
“Mbak… kita sudah sampai di desa.”
***
Dari kisah yang menggemparkan dunia maya, KKN di Desa Penari kini diceritakan lewat lembar-lembar tulisan yang lebih rinci. Menuturkan kisah Widya, Nur, dan kawan-kawan, serta bagian-bagian yang belum pernah dibagikan di mana pun sebelumnya.
| SMAPC-B01741 | 899.2213 SIM k | My Library (SMA Rak 800) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain